Selamat Datang di Website Indonesian National Codification Bureau Pusat Kodifikasi Baranahan Kemhan RI
Language: Indonesia
Login
Anda adalah pengunjung ke :
38920
Galeri [index]
Related Link [index]
PROFIL

PROFILE PUSKOD



 

Pusat Kodifikasi Dephan adalah Organisasi berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal Dephan, dibentuk berdasarkan Keputusan Menhankam Nomor : Kep/11/M/XII/1998 tanggal 7 Desember 1998, dan kemudian diperbaharui dengan Keputusan Menteri Pertahanan Nomor Kep/19a/M/XII/2000 tanggal 24 Januari 2002. Pusat Kodifikasi Dephan mempunyai tugas menunjang fungsi manajemen logistik pertahanan dan pembinaan industri pertahanan Sesuai   dengan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor PER/01/M/VIII/2005 tanggal 25 Agustus 2005 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertahanan RI diantaranya Puskod Dephan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekjen.

Pusat Kodifikasi mempunyai fungsi sebagai :

1. Penyiapan rumusan, pelaksanaan serta evaluasi kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kodifikasi materiil pertahanan;  
2. Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang kodofikasi materiil pertahanan;  
3. Pemberian pelayanan publikasi informasi katalogisasi kodifikasi materiil pertahanan;  
4. Koordinasi penyelenggaraan katalogisasi kodifikasi materiil pertahanan baik bilateral maupun multilateral;  
5. Pembinaan katalogisasi materiil dan industri pertahanan;  
6. Perencanaan program dan anggaran ketatausahaan dan kerumahtanggaan Pusat. 

Undang-Undang Nomor : 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, Kementerian Pertahanan RI, sebagai Badan yang bertanggung jawab dalam penyediaan materiil pertahanan di Indonesia, termasuk didalamnya Alutsista TNI, maupun Materiil pertahanan lainnya serta pesatnya perkembangan Teknologi telah mengakibatkan semakin besarnya jumlah dan beragamnya materiil pertahanan yang harus dikelola oleh TNI, salah satu fungsi penunjang dari Fungsi-Fungsi Pembinaan Materiil Pertahanan adalah Sistem Kodifikasi materiil Nomor sediaan Nasional (NSN) yang digunakan secara Internasional dan Negara NATO serta negara negara Asia Pasifik telah mensyaratkan NSN ini pada Klausul Kontrak Kodifikasi dalam setiap Pengadaan Alutsista.

Dalam melaksanakan pembinaan dan administrasi kodifikasi materiil pertahanan sesuai Peraturan Menteri Pertahanan Nomor : 18 Tahun 2008 tanggal 8 Oktober 2008 tentang Pokok-pokok Penyelenggaraan Kodifikasi Materiil Pertahanan Sistem NSN di lingkungan Kemhan dan TNI, Puskod Kemhan mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi pengelolaan materiil bekal khususnya materiil pertahanan, untuk melaksanakan fungsi tersebut Puskod Kemhan mengupayakan agar setiap materiil bekal produk dalam negeri diberikan NSN (Nomor Sediaan Nasional) melalui proses/kegiatan kodifikasi, sedangkan untuk materiil bekal produk luar negeri yang digunakan di Indonesia dan sudah memiliki NSN dibina dan dihimpun dalam database Puskod, Untuk materiil bekal Produk Luar Negeri yang belum memiliki NSN akan dilakukan proses riset data materiil.
 
 
Disamping kegiatan kodifikasi Puskod Kemhan juga melakukan kegiatan Riset data materiil terhadap materiil bekal produk Luar Negeri yang digunakan di dalam Negeri (Indonesia). Riset data materiil ini dilakukan dengan menggunakan CD Referensi yang terdapat di Puskod Kemhan seperti NMCRL, Fedlog dan dapat pula melalui Website NMCRL plus, tujuan dilaksanakannya kegiatan riset ini adalah untuk mengetahui apakah materiil tersebut telah memiliki NSN atau belum. Apabila materiil tersebut telah memiliki NSN, maka data materiil dihimpun dan selalu dijaga keakuratan datanya dalam database Puskod. Sedangkan untuk materiil yang belum memiliki NSN diberikan nomor sementara oleh Puskod yang dinamakan PSCN (Permanent System Control Number).
 
 
PSCN adalah nomor sementara yang diberikan Puskod terhadap materiil luar negeri yang digunakan di Indonesia dan belum memiliki NSN. Nomor ini hanya berlaku di lingkup nasional (dalam negeri) dan apabila suatu saat materiil tersebut telah memiliki NSN maka nomor PSCN tersebut dapat dihapus dan tidak berlaku lagi. PSCN memiliki struktur yang sama dengan NSN yaitu 13 digit, yang membedakan hanyalah pada digit ke 7 s.d 13.
 
 
Sejalan dengan kemampuan Pusat Kodifikasi Kemhan pada sidang Group AC/135 NAMSA ke 85 di Luxembourg mendapatkan pengesahan Perjanjian Sponsor Ship Agreement
Tier I tanggal 27 Mei 2004 dengan wewenang untuk mengembangkan Sistem Kodifikasi di Indonesia dan diakui secara Internasional dengan sah menggunakan status :
 
- COUNTRY CODES (CC)  : 45 
- MAJOR ORGANIZATION ENTITY  : YT 
- NATIONAL COMMERCIAL AND GAVERNMENT ENTITY CODES : XXXXZ (NCAGE CODE)

Apakah KODIFIKASI itu  ?

 Adalah rangkaian proses pemberian nama, klasifikasi, identifikasi, dan penetapan NSN (National Stock Number)  terhadap barang bekal persediaan.

Apakah NSN itu ?

NSN   ( National Stock Number = Nomor Sediaan Nasional) adalah suatu sistem manajemen pemberian kode baku yang terdiri dari 13 digit angka  untuk materiel bekal yang bersifat seragam, universal dan dapat diterapkan untuk berbagai macam hasil produk industri

 Kegiatan Kodifikasi dilakukan untuk materiil bekal produksi dalam negeri melalui 4 tahap yaitu :

1 . Pemberian Nama. Di dalam tahap ini adalah pemberian/penetapan Approved Item Nama (AIN =nama baku materiil) kepada setiap materiil bekal berdasarkan panduan yang telah ditetapkan di dalam sistem NCS (Nato Codification System), yaitu Publikasi H-6/Acod P-3 , penetapan nama materiil ini adalah tahap pertama dan terpenting dalam proses kodifikasi karena kesalahan dalam penetapan nama baku materiil akan berpengaruh terhadap tahap kodifikasi selanjutnya.

2. Klasifikasi, adalah kegiatan pemberian kode grup dan kelas suatu materiil berdasarkan NCS (Nato Classification Supply) dimana kode FSC (federal supply clasification) ini merupakan 4 (empat) digit pertama didalam struktur nomor NSN.

3. Identifikasi, adalah kegiatan menguraikan karakteristik materiil bekal berdasarkan spesifikasi materiil ke dalam lembar identifikasi materiil, dengan menggunakan panduan Publikasi FIIG (Federal Item Identification Guide)

4. Penetapan NSN, kegiatan menetapkan nomor NSN berdasarkan nomor urut pencatatan administrasi di Puskod Dephan. Penetapan nomor ini dimulai dari digit ke 5 s.d digit ke 13 didalam struktur NSN.

 
Struktur NSN dapat digambarkan sebagai berikut :

FSC  :  Federal Supply Clasification 
C C  :  Country Code 
IIN  :  Item Identification Number 
NIIN  :  National Item Identification Number 

Simulasi Aplikasi Kodifikasi Sistem NSN

Jl. Jati no. I, Pondok Labu, Jakarta Selatan 12450
Telp. 021-7668062-63 fax. 021-75907801, 7656547
Email : puskod@dephan.go.id
© 2011. PUSAT KODIFIKASI - KEMENTERIAN PERTAHANAN